JAKARTA — PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) bersama dua anak usahanya menghadapi gugatan di Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Gugatan tersebut diajukan secara kolektif oleh 25 pihak terkait perselisihan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak.
Perkara itu telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Rabu, 12 Agustus 2026. Dua anak usaha ELTY yang turut menjadi pihak tergugat dalam perkara tersebut adalah PT Bakri Pangripta Loka (BPL) dan PT Bakri Swasakti Utama (BSU).
Berdasarkan data IDNFinancials, BPL merupakan entitas usaha yang bergerak di bidang perdagangan, pembangunan, dan jasa. Perusahaan tersebut telah beroperasi secara komersial sejak 2008 di Jakarta dan tercatat memiliki total aset sekitar Rp13,53 miliar.
Sementara itu, BSU bergerak di bidang real estate serta konstruksi gedung pendidikan, hunian, perkantoran, dan berbagai jenis bangunan lainnya. Perusahaan ini telah beroperasi secara komersial sejak 1983 di Jakarta dengan total aset mencapai sekitar Rp4,37 triliun.
Proses hukum atas perkara tersebut saat ini masih berada pada tahap awal. Pengadilan Negeri Jakarta Pusat baru memasuki proses penunjukan jurusita untuk menangani perkara tersebut.
Di tengah persoalan hukum ketenagakerjaan tersebut, kinerja keuangan ELTY juga masih menghadapi tekanan. Sepanjang semester pertama 2026, perusahaan kembali mencatat kerugian sebesar Rp18,05 miliar.
Kerugian tersebut meningkat sekitar 2,29 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp7,88 miliar.
Dari sisi pasar modal, saham ELTY stagnan di level Rp40 per lembar pada perdagangan Kamis sesi pertama. Nilai transaksi saham tersebut tercatat sekitar Rp2,29 miliar.
Pergerakan saham ELTY juga dipengaruhi oleh adanya notasi khusus terkait kondisi ekuitas perusahaan. Dengan status tersebut, saham emiten properti Grup Bakrie itu hanya dapat diperdagangkan melalui mekanisme Full Call Auction (FCA).
Gugatan 25 pihak terkait PHK tersebut kini menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi ELTY dan anak usahanya di tengah kondisi keuangan perusahaan yang masih mencatatkan kerugian.
(Sumber : idnfinancials.com)
