JAKARTA — Permintaan lahan di kawasan industri Greater Jakarta pada semester I-2026 menunjukkan tren yang semakin beragam. Sektor data center menjadi salah satu penyumbang utama penyerapan lahan, disusul industri makanan dan minuman (F&B), manufaktur, serta industri yang berkaitan dengan kendaraan listrik atau electric vehicle (EV).
Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia, Syarifah Syaukat, mengatakan aktivitas industri masih terkonsentrasi di sejumlah sub-market utama. Bekasi dan Karawang menjadi dua wilayah dengan transaksi lahan industri terbesar.
“Baik, sebagai ringkasan pasar dari performa kawasan industri di Greater Jakarta, kami bisa sampaikan bahwa masih Bekasi dan Karawang saat ini sebagai sub-market dengan transaksi terbesar di semester 1 tahun 2024,” ujar Syarifah dalam konferensi pers virtual, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, Bekasi dan Karawang memiliki basis industri yang relatif kuat sehingga mampu menarik berbagai jenis pengguna lahan. Sementara itu, Purwakarta, Cilegon, dan Serang memiliki karakteristik serta daya tarik yang berbeda sesuai dengan sektor industri yang berkembang di masing-masing wilayah.
Perkembangan ekonomi digital menjadi salah satu faktor utama yang mendorong permintaan lahan industri. Meningkatnya kebutuhan pusat data sejalan dengan pertumbuhan aktivitas digital membuat kawasan dengan dukungan infrastruktur yang memadai semakin diminati investor.
Selain data center, industri F&B dan manufaktur juga masih menjadi pengguna lahan yang aktif. Di sisi lain, perkembangan ekosistem kendaraan listrik mulai menciptakan sumber permintaan baru di sejumlah kawasan industri.
“Kami melihat bahwa occupier yang aktif di semester 1 2024 datang dari data center, F&B, manufacture ya termasuk di level berikutnya ada EV related,” kata Syarifah.
Jika dilihat berdasarkan lokasi, setiap sektor menunjukkan pola penyerapan yang berbeda. Bekasi dan Karawang menjadi lokasi penting bagi industri data center, sedangkan sektor F&B terlihat kuat di Bekasi. Sementara itu, sektor manufaktur mencatat penyerapan yang menonjol di Purwakarta.
Adapun industri kimia dan sektor yang berkaitan dengan kendaraan listrik mulai berkembang di Cilegon dan Serang. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari kebutuhan terhadap industri pendukung yang mengikuti pertumbuhan ekosistem EV.
“Dan kami lihat juga memang aktifnya data center ini tidak terlepas dari ekonomi digital yang terus tumbuh ya dan juga bargaining position kita di ranah regional untuk tumbuhnya teknologi berbasis digital,” ujar Syarifah.
Diversifikasi permintaan tersebut menunjukkan struktur pasar kawasan industri Greater Jakarta semakin berkembang. Data center, manufaktur, F&B, hingga industri pendukung kendaraan listrik kini menjadi bagian penting dalam menopang aktivitas kawasan industri.
Pertumbuhan sektor-sektor tersebut juga mendorong ekspansi kawasan industri ke wilayah timur Greater Jakarta. Subang menjadi salah satu wilayah yang berpotensi memperoleh manfaat dari meningkatnya kebutuhan terhadap lahan industri baru.
Dengan semakin beragamnya sektor pengguna lahan, perkembangan kawasan industri tidak hanya bergantung pada manufaktur konvensional. Pertumbuhan ekonomi digital dan transisi menuju kendaraan listrik berpotensi menjadi faktor penting yang membentuk peta baru industri di kawasan Greater Jakarta.
(Sumber : CNBC indonesia)
