Keturunan Indonesia-Tionghoa Alvin Tedjo Terpilih Jadi Wali Kota Mississauga Kanada, Ini Profil dan Jejak Pendidikannya - lemspsi.com
Internasional

Keturunan Indonesia-Tionghoa Alvin Tedjo Terpilih Jadi Wali Kota Mississauga Kanada, Ini Profil dan Jejak Pendidikannya

134

Indonesian-Chinese Descendant Alvin Tedjo Elected Mayor of Mississauga, Canada: Profile and Educational Background

Caption: Alvin Tedjo bersama diaspora Indonesia di Kanada pada 2024 lalu. Foto: IG Alvin Tedjo
MISSISSAUGA – Alvin Tedjo, politikus keturunan Indonesia-Tionghoa, menjadi sorotan setelah terpilih sebagai Wali Kota Mississauga, Ontario, Kanada, dalam pemilihan pada 26 Oktober 2026. Ia mengungguli wali kota petahana Carolyn Parrish dan mantan Wali Kota Bonnie Crombie.

Kemenangan tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan politik Tedjo. Sebelumnya, ia pernah mencalonkan diri sebagai wali kota dalam pemilihan sela pada 2024, tetapi berada di posisi kedua setelah Parrish.

Tedjo bukan sosok asing bagi masyarakat Mississauga. Dikutip dari Toronto Star, ia telah tinggal di kota tersebut sejak berusia empat tahun, setelah orang tuanya berimigrasi ke Kanada. Kota tempat ia tumbuh besar itu kini akan dipimpinnya.

Lulusan Queen’s University dan Harvard University

Minat Tedjo terhadap kepemimpinan dan politik telah terlihat sejak masih duduk di bangku sekolah menengah. Ia pernah menjabat sebagai ketua organisasi siswa dan menjadi anggota komite penasihat pemuda wali kota.

Dalam perjalanan awalnya, Tedjo sempat bertemu dengan Hazel McCallion, mantan Wali Kota Mississauga yang dikenal karena masa kepemimpinannya yang panjang. McCallion mendorong Tedjo untuk terjun ke dunia politik.

“Masuklah ke dunia politik, anak muda,” demikian pesan McCallion kepada Tedjo.

Dari sisi pendidikan, Tedjo menempuh studi di Bader International Study Centre, lembaga yang terkait dengan Queen’s University di Kanada. Pada 2002–2003, ia mengikuti program International Studies Certificate in Liberal Arts di Herstmonceux, East Sussex, Inggris.

Ia kemudian melanjutkan pendidikan sarjana di Queen’s University, Kingston, Ontario, Kanada, pada 2003–2007. Di kampus tersebut, Tedjo meraih gelar Bachelor of Arts dengan bidang studi politik (Political Studies).

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Tedjo melanjutkan studi di Harvard Extension School, Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.

Pada 2015–2017, ia mengikuti program Professional Graduate Certificate in Learning Design & Technology. Ia kemudian menempuh pendidikan lanjutan pada 2017–2020 dan meraih gelar Master of Liberal Arts (ALM) in Digital Media Design.

Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Tedjo sebelum membangun karier di bidang kebijakan publik, komunikasi, dan pemerintahan.

Berkarier di Bidang Pendidikan dan Kebijakan Publik

Sebelum terjun ke politik lokal, Tedjo mengembangkan karier di sektor pendidikan dan hubungan pemerintahan. Ia pernah menjabat sebagai penasihat senior kebijakan di Kementerian Pendidikan Tinggi dan Universitas Ontario.

Ia juga memiliki pengalaman bekerja di Sheridan College sebelum menduduki posisi direktur strategi dan komunikasi di Toronto Metropolitan University.

Pengalaman di sejumlah institusi pendidikan tersebut memberinya rekam jejak profesional di bidang kebijakan, komunikasi, dan pengelolaan organisasi.

Karier politik Tedjo mulai berkembang melalui sejumlah kontestasi. Pada 2018, ia maju sebagai kandidat Partai Liberal Ontario untuk daerah pemilihan Oakville North-Burlington dalam pemilihan legislatif provinsi, tetapi gagal memperoleh kursi.

Pada 2020, ia kembali mencoba peruntungan dengan mengikuti pemilihan kepemimpinan Partai Liberal Ontario. Namun, ia hanya memperoleh sebagian kecil suara.

Kesempatan berikutnya datang pada 2022 ketika Tedjo terpilih menjadi anggota Dewan Kota Mississauga untuk Ward 2. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari kiprahnya dalam pemerintahan tingkat lokal.

Pada pemilihan sela wali kota 2024, Tedjo kembali mencalonkan diri. Namun, ia harus mengakui keunggulan Carolyn Parrish yang memenangkan kontestasi tersebut.

Kalahkan Wali Kota Petahana dan Mantan Wali Kota

Dalam pemilihan wali kota Mississauga pada 26 Oktober 2026, Tedjo berhasil mengungguli Parrish dan Bonnie Crombie.

Hasil awal yang diberitakan media Kanada menunjukkan Tedjo memimpin perolehan suara. Kemenangan itu sekaligus membuka babak baru dalam perjalanan politiknya setelah sebelumnya gagal dalam pemilihan wali kota pada 2024.

Tedjo menyampaikan apresiasi kepada Parrish dan Crombie atas pengabdian mereka dalam memimpin Mississauga. Ia menyatakan siap melanjutkan kepemimpinan kota tersebut dengan membawa sejumlah agenda perubahan.

“Sepanjang kampanye ini, kami telah mengemukakan visi komprehensif tentang bagaimana kami akan melakukan berbagai hal secara berbeda dan memberikan perubahan nyata dan bermakna yang akan berdampak positif pada kehidupan masyarakat. Sekarang, kita akan memulai pekerjaan sulit untuk mewujudkan rencana kita,” ujar Tedjo, dikutip dari The Local.

Parrish dan Crombie juga menyampaikan pandangan positif terhadap Tedjo. Keduanya menyebut Tedjo sebagai anggota dewan yang baik dan memiliki pengalaman dalam pemerintahan kota.

Keamanan, Perumahan, dan Biaya Hidup Jadi Fokus

Selama masa kampanye, Tedjo mengangkat sejumlah isu yang berkaitan langsung dengan kehidupan warga Mississauga, antara lain keamanan lingkungan, biaya hidup, perumahan, dan kemacetan.

Ia juga menyuarakan penolakan terhadap pembangunan pusat data baru di Mississauga.

Berbagai isu tersebut menjadi bagian dari agenda yang ia bawa dalam kontestasi pemilihan wali kota. Tantangan berikutnya adalah menerjemahkan janji kampanye menjadi kebijakan yang dapat dirasakan masyarakat.

Terpilihnya Tedjo menjadi babak baru bagi politikus yang tumbuh di Mississauga setelah keluarganya berimigrasi ke Kanada. Dengan latar belakang pendidikan di Kanada, Inggris, dan Amerika Serikat serta pengalaman di bidang pendidikan dan pemerintahan, Tedjo kini bersiap menjalankan tanggung jawab sebagai pemimpin kota tersebut.

Hasil pemilihan yang dipublikasikan media Kanada menunjukkan Tedjo memperoleh 74.479 suara atau sekitar 39,21 persen, disusul Carolyn Parrish dengan 51.853 suara dan Bonnie Crombie dengan 43.191 suara. Hasil tersebut masih berstatus tidak resmi dalam laporan awal.(Sumber : detik.com)

Exit mobile version