Ketidakpastian Pasokan Gas Ancam Investasi Keramik Rp12 Triliun, Ribuan Lapangan Kerja Terancam Batal - lemspsi.com
Nasional

Ketidakpastian Pasokan Gas Ancam Investasi Keramik Rp12 Triliun, Ribuan Lapangan Kerja Terancam Batal

73

Gas Supply Uncertainty Threatens Rp12 Trillion Ceramic Investment, Thousands of Jobs at Risk of Being Scrapped

Ekspansi Keramik RI Rp 12 T Mandek dan 8.000 Loker Terancam-FOTO ILUSTRASI AI
JAKARTA — Rencana investasi industri keramik nasional senilai Rp12 triliun terancam kehilangan momentum akibat ketidakpastian pasokan gas bumi. Kondisi ini tidak hanya menghambat pengembangan kapasitas pabrik, tetapi juga berpotensi mengubur peluang pembukaan ribuan lapangan kerja baru yang sebelumnya telah ditargetkan rampung secara bertahap hingga semester I-2028.
Ketua Umum Asosiasi Aneka Keramik Indonesia (Asaki), Edy Suyanto, menjelaskan bahwa daya saing industri keramik sangat bergantung pada kepastian biaya energi dan pasokan volume gas yang stabil.
“Dengan kondisi demikian, industri masih bisa berdaya saing. Kenapa? Karena harga gas berada di average sekitar 8 sampai 8,5 US Dollar per MMBTU,” ujar Edy kepada CNBC Indonesia, Jumat (16/10/2026).
Namun, kalkulasi bisnis yang bergantung pada kepastian pasokan energi tersebut mendadak goyah akibat persoalan pasokan gas yang mulai muncul sejak September 2026. Ketika realisasi di lapangan tidak sesuai dengan perhitungan awal, para produsen dihadapkan pada risiko lonjakan biaya produksi dan ketidakpastian kelayakan ekspansi.
“Namun harapan itu pupus di bulan September,” kata Edy.

Potensi Serapan 8.000 Tenaga Kerja Tertahan

Sebelumnya, Asaki telah memproyeksikan penambahan kapasitas produksi sebesar 110 juta meter persegi melalui suntikan investasi sekitar Rp12 triliun. Proyek ekspansi tahap pertama ini diperkirakan mampu menyerap 7.000 hingga 8.000 tenaga kerja baru.
Akibat ketidakpastian pasokan gas, rencana perekrutan massal tersebut kini berpotensi batal terlaksana sesuai jadwal. Para pelaku industri terpaksa mengkaji ulang kondisi operasional mereka sebelum berani mengambil keputusan investasi jangka panjang.
“Hari ini, selain yang terdampak karyawan yang dirumahkan, hari ini boleh dikatakan kembali bahwa rencana ekspansi tahap yang tadi saya sampaikan sampai 2028 ini kembali ke wait and see,” ungkap Edy.

Rencana Investasi Lanjutan Rp15 Triliun Turut Terancam

Dampak dari krisis pasokan gas ini tidak berhenti pada proyek tahap pertama. Asaki sebenarnya juga telah merancang ekspansi tahap kedua dengan estimasi nilai investasi sebesar Rp12 triliun hingga Rp15 triliun untuk menambah kapasitas sebesar 120 juta meter persegi.
Jika seluruh tahapan ekspansi tersebut berjalan lancar, total kapasitas industri keramik nasional diperkirakan mampu melesat hingga 850 juta–870 juta meter persegi, didorong oleh besarnya peluang pasar domestik maupun ekspor.
Edy menegaskan bahwa industri keramik memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional jika diberikan kepastian pasokan energi.
“Kita hanya hari ini sisa satu PR aja, berikan kami gas dan kami akan siap untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di atas 6%,” tegas Edy.
(Sumber : CNBC indonesia)
Exit mobile version