Nasional

FOTO: BAPOR SPSI Kepri Digembleng di Markas Marinir

267
×

FOTO: BAPOR SPSI Kepri Digembleng di Markas Marinir

Sebarkan artikel ini

BATAM – 136 anggota Barisan Pelopor (BAPOR) Federasi Serikat Pekerja Logam, Elektronik dan Mesin Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP LEM SPSI) Kepulauan Riau (Kepri) digembleng selama tiga hari di Batalyon Infanteri 10 Marinir/SBY, Pulau Setoko, Batam, 9-11 Oktober 2026.

Ketua DPD FSP LEM SPSI Kepri, Saiful Badri Sofyan dan jajarannya foto bersama dengan Komandan Batalyon Infanteri 10 Marinir/SBY, Letkol Marinir Hariono dan Bapor yang mengikuti pelatihan dasar satgas

Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kaderisasi sekaligus membentuk anggota Bapor yang disiplin, tangguh, berintegritas, dan memiliki jiwa kepemimpinan.

Tak sekadar mengasah kemampuan fisik dan mental, pembinaan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan profesionalisme kader dalam mengawal perjuangan buruh di tengah dinamika hubungan industrial.


Ketua DPD FSP LEM SPSI Kepri yang juga Ketua DPD KSPSI Kepri, Saiful Badri Sofyan, mengatakan kekuatan organisasi pekerja tidak cukup hanya diukur dari besarnya jumlah anggota.

Kualitas sumber daya manusia, kepemimpinan, loyalitas, tanggung jawab, dan integritas menjadi faktor penting dalam menentukan arah perjuangan organisasi.

BACA JUGA:  Sidang Perdana Gugatan PHK Eks Karyawan Ditunda, ELTY dan Dua Anak Usaha Emiten properti milik Grup Bakrie Mangkir


Menurutnya, sebagai salah satu organisasi pekerja tertua dan terbesar, SPSI harus mampu memainkan peran strategis dalam memperjuangkan kepentingan buruh, termasuk mendorong lahirnya kebijakan publik yang berpihak pada kesejahteraan pekerja.

“Organisasi sebesar SPSI seharusnya menjadi organisasi yang paling diperhitungkan dan mampu memengaruhi kebijakan publik maupun politik yang berhubungan dengan buruh,” ujarnya.

Saiful menegaskan, besarnya organisasi harus diimbangi dengan kualitas kader. Tanpa kepemimpinan yang kuat dan integritas yang terjaga, kekuatan organisasi akan sulit diarahkan untuk mencapai tujuan perjuangan bersama.

Karena itu, ia mengingatkan agar Bapor tidak sekadar menjadi wadah untuk mencari popularitas ataupun kepentingan materi. Setiap anggota harus memahami tanggung jawabnya sebagai bagian dari organisasi yang memperjuangkan hak dan kesejahteraan pekerja.

“Kuncinya adalah kepemimpinan dan integritas. Kalau kedua hal itu dimiliki, organisasi akan kuat dengan sendirinya,” katanya.

BACA JUGA:  Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Mengerucut, Buruh dan Pengusaha Sepakat 70 Persen Materi

Tiga Hari Digembleng, Peserta Dibekali Kemampuan Lapangan

Saiful menjelaskan, pelatihan tersebut awalnya direncanakan diikuti 210 peserta. Namun, perubahan jadwal pelaksanaan dari 17 Oktober menjadi 9 Oktober membuat jumlah peserta yang dapat mengikuti kegiatan menjadi 136 orang. Sejumlah calon peserta tidak bisa hadir karena harus menyesuaikan perizinan dari perusahaan masing-masing.

Pelatihan di Batalyon Infanteri 10 Marinir/SBY ini juga menjadi pengalaman pertama bagi SPSI Kepri dalam melaksanakan pembinaan Bapor di satuan tersebut. Pihaknya berharap kerja sama dengan Korps Marinir dapat berlanjut untuk meningkatkan kualitas kader, bahkan dikembangkan menjadi pelatihan berskala nasional di Batam.

Selama tiga hari, peserta menerima berbagai materi, mulai dari Peraturan Baris-Berbaris (PBB), pemberian instruksi, prosedur pimpinan pasukan, tata upacara militer, hingga peraturan penghormatan militer.

BACA JUGA:  Kasus PHK PT Pegaunihan Batam Tak Kunjung Usai, LEM SPSI Geram dan Siapkan Langkah Tegas

Pembinaan juga meliputi bela negara, jungle survival, latihan ketahanan dan kemampuan lapangan, caraka malam, serta penanganan huru-hara (PHH).

Materi disampaikan melalui teori, ceramah, latihan teknis, dan latihan taktis. Seluruh rangkaian tersebut ditujukan untuk membentuk anggota yang disiplin, percaya diri, mampu bekerja sama, serta siap menghadapi tekanan saat menjalankan tugas organisasi.

Saiful menyebutkan, Bapor memiliki dua peran penting, yakni sebagai wadah kaderisasi calon pemimpin dan pengawal organisasi dalam menjalankan kegiatan di lapangan.

Dalam kegiatan penyampaian aspirasi, anggota Bapor bertugas membantu mengatur, menjaga, dan mengawal jalannya aksi agar berlangsung tertib. Namun, peran mereka tidak boleh terbatas pada pengamanan demonstrasi.

“Bapor seharusnya menjadi pengawal jati diri organisasi, simbol-simbol organisasi, serta perjuangan organisasi. Bukan sekadar hadir ketika ada aksi,” tegasnya.