Ekonomi Pekanbaru Tumbuh 7,39 Persen, Perputaran Uang Terus Bergerak - lemspsi.com
Daerah

Ekonomi Pekanbaru Tumbuh 7,39 Persen, Perputaran Uang Terus Bergerak

95

Pekanbaru’s Economy Grows 7.39%, Money Circulation Continues to Rise

Pekanbaru Jadi Magnet Investasi dan Belanja, Pertumbuhan Ekonomi Capai 7,39 Persen

PEKANBARU — Pertumbuhan ekonomi Kota Pekanbaru mencapai 7,39 persen. Angka tersebut menjadi salah satu indikator bahwa aktivitas perekonomian di ibu kota Provinsi Riau itu terus bergerak di tengah dinamika kondisi ekonomi masyarakat.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, pertumbuhan ekonomi tidak serta-merta menggambarkan kondisi ekonomi setiap warga. Menurutnya, di tengah pertumbuhan tersebut tetap terdapat masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, sementara sebagian lainnya memiliki kondisi yang lebih baik.

“Memang ada yang susah, ada juga yang punya uang. Ada yang sukses di lapangan usaha tertentu. Namun, yang digambarkan adalah perputaran ekonominya,” ujar Agung, Minggu (20/9/2026).

Ia menjelaskan, perputaran ekonomi secara umum dapat dilihat dari aktivitas sektor yang bersifat padat modal maupun padat karya. Sektor padat modal membutuhkan investasi besar, tetapi jumlah tenaga kerja yang terlibat secara langsung cenderung lebih terbatas.

Salah satu contohnya adalah pabrik kelapa sawit (PKS) yang membutuhkan modal dalam jumlah besar. Namun, jumlah tenaga kerja yang terlibat secara langsung tidak sebanyak sektor padat karya.

“Sementara, padat karya melibatkan banyak orang dan didukung oleh berbagai faktor. Sehingga dampaknya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” katanya.

Menurut Agung, aktivitas ekonomi Pekanbaru juga turut didorong pembangunan dan perbaikan infrastruktur. Kondisi jalan yang semakin baik membuat sejumlah kawasan yang sebelumnya relatif sepi menjadi lebih ramai dan mendorong aktivitas belanja masyarakat.

Selain infrastruktur, kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam pembayaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi aparatur sipil negara (ASN) serta pemberian insentif bagi guru disebut turut berkontribusi terhadap perputaran ekonomi.

“TPP ASN Pemko Pekanbaru dibayarkan 14 bulan tepat waktu. Kami juga menambah insentif para guru dan memberikan baju gratis untuk anak-anak sekolah,” ujar Agung.

Ia menilai, kebijakan tersebut dapat memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk mengalokasikan pendapatannya ke kebutuhan lain. Ketika sebagian kebutuhan telah mendapat dukungan pemerintah, penghasilan masyarakat dapat digunakan untuk aktivitas konsumsi lainnya.

Agung juga menegaskan bahwa angka pertumbuhan ekonomi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) merupakan gambaran aktivitas perekonomian secara keseluruhan di suatu daerah. Data tersebut tidak semata-mata mencerminkan kinerja pemerintah daerah, melainkan hasil aktivitas berbagai sektor masyarakat.

“BPS ini hanya memotret seperti apa pertumbuhan ekonomi di satu daerah. Datanya dikirim ke BPS pusat. Kemudian BPS pusat yang melakukan perumusan,” jelasnya.

Karena itu, menurut Agung, pertumbuhan ekonomi Pekanbaru merupakan hasil pergerakan berbagai sektor, mulai dari pemerintah, pelaku usaha hingga masyarakat.

Ia menyebut Pekanbaru memiliki daya tarik sebagai lokasi investasi sekaligus pusat aktivitas belanja. Kondisi tersebut perlu terus dipertahankan agar perputaran ekonomi di daerah dapat berlangsung secara berkelanjutan.

“Ini tidak hanya tentang pemerintah, tetapi digerakkan oleh seluruh sektor masyarakat yang ada di Kota Pekanbaru. Bahkan, Pekanbaru adalah kota yang nyaman untuk berinvestasi dan melakukan pembelanjaan,” tuturnya.

Agung mencontohkan masyarakat yang memiliki usaha maupun perkebunan di luar Pekanbaru tetap membelanjakan sebagian pendapatannya di kota tersebut. Menurutnya, kondisi infrastruktur yang semakin baik serta tersedianya berbagai pusat aktivitas dan tempat belanja menjadi faktor pendukung.

“Orang yang punya kebun sawit di luar Pekanbaru, uangnya dibelanjakan di Pekanbaru. Karena, jalan-jalan Pekanbaru bagus dan ada tempat-tempat yang enak dinikmati,” pungkasnya. (Sumber : pekanbaru.go.id)

Exit mobile version