Danantara Siapkan Investasi Rp100 Triliun untuk Akuisisi Pabrik Tekstil, BUMN Baru Disiapkan - lemspsi.com
Nasional

Danantara Siapkan Investasi Rp100 Triliun untuk Akuisisi Pabrik Tekstil, BUMN Baru Disiapkan

292

Danantara Prepares Rp100 Trillion Investment to Acquire Textile Factories, New State-Owned Enterprise Planned

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji-Gambar ilustrasi AI
JAKARTA – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyiapkan investasi sekitar Rp100 triliun untuk mengambil alih sejumlah pabrik tekstil sekaligus menggabungkannya dalam pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) baru. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat industri tekstil nasional sekaligus membuka peluang bagi pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) untuk kembali bekerja.

Rencana tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji dalam wawancara dengan detikcom, sebagaimana dilansir Detik Finance pada Jumat (23/10/2026).

Sarmuji mengatakan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah berkoordinasi dengan Danantara terkait rencana investasi besar di sektor tekstil tersebut. Pengambilalihan beberapa pabrik sekaligus akan menjadi bagian dari strategi membangun perusahaan tekstil dengan kapasitas produksi dan keunggulan yang saling melengkapi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Danantara. Danantara akan menginvestasikan dana yang cukup besar untuk pabrik dan produksi tekstil, mungkin sekitar Rp100 triliun, angka yang sangat besar, serta mengambil alih beberapa pabrik sekaligus,” ujar Sarmuji.

Menurutnya, setiap pabrik tekstil memiliki keunggulan masing-masing, baik dari sisi kapasitas produksi maupun kemampuan operasional. Melalui penggabungan usaha, keunggulan tersebut diharapkan dapat disinergikan untuk menciptakan perusahaan yang lebih kuat dan kompetitif.

Sarmuji menilai, penggabungan sejumlah fasilitas produksi dapat memberikan nilai tambah dibandingkan jika masing-masing pabrik beroperasi secara terpisah. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat daya saing industri tekstil nasional di tengah tantangan pasar.

“Kami berharap setiap pabrik ini sebenarnya memiliki keunggulan tersendiri. Keunggulan-keunggulan tersebut bisa digabungkan dan disinergikan untuk menghasilkan keunggulan yang lebih besar lagi,” katanya.

Diharapkan Menjadi Solusi bagi Pekerja Korban PHK

Selain memperkuat industri tekstil, rencana pembentukan BUMN baru tersebut juga diharapkan dapat memberikan peluang kerja bagi para pekerja yang sebelumnya kehilangan pekerjaan akibat PHK.

Sarmuji berharap proses realisasi investasi dan pembentukan perusahaan baru dapat dilakukan secepat mungkin. Menurutnya, percepatan diperlukan agar para pekerja yang terdampak PHK dapat kembali diberdayakan dan memperoleh kesempatan bekerja.

“Kami berharap realisasinya bisa dilakukan secepat mungkin karena para pekerja yang terkena PHK sebenarnya membutuhkan tempat bernaung baru, dan akan sangat disayangkan jika mereka tidak segera diberdayakan kembali,” ujarnya.

Rencana investasi sekitar Rp100 triliun ini menjadi salah satu langkah yang diharapkan mampu mendorong pemulihan dan penguatan industri tekstil nasional. Namun, realisasi pengambilalihan pabrik, pembentukan BUMN baru, serta penyerapan kembali pekerja masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Apabila terlaksana, penggabungan sejumlah pabrik tersebut diharapkan tidak hanya memperkuat kapasitas produksi, tetapi juga membantu menjaga keberlangsungan industri tekstil dan memperluas kesempatan kerja bagi tenaga kerja Indonesia. (Sumber : suaragarut.id)

Exit mobile version