Danantara Investasi USD2,5 Miliar di JBS, Kuasai 25 Persen JV Operasi Australia dan Selandia Baru - lemspsi.com
Nasional

Danantara Investasi USD2,5 Miliar di JBS, Kuasai 25 Persen JV Operasi Australia dan Selandia Baru

98

Danantara Invests USD 2.5 Billion in JBS, Acquires 25% Stake in Australia-New Zealand Operations JV

ILUSTRASI- Danantara MOU JBS

JAKARTA — Danantara Indonesia melalui Danantara Investment Management (DIM) menjalin kemitraan strategis jangka panjang dengan JBS Group, salah satu produsen protein terbesar dunia. Kerja sama ini mencakup investasi senilai USD2,5 miliar atau sekitar Rp40 triliun untuk memperoleh 25 persen kepemilikan pada perusahaan patungan (joint venture/JV) baru.

JV tersebut akan mengelola operasional JBS di Australia dan Selandia Baru. Kemitraan ini menjadi bagian dari strategi investasi Danantara untuk masuk ke sektor yang memiliki relevansi global serta peluang penciptaan nilai dalam jangka panjang.

Selain investasi awal sebesar USD2,5 miliar, JV tersebut memiliki opsi menghimpun tambahan pembiayaan investasi hingga USD2,5 miliar secara bertahap. Dengan demikian, total modal yang berpotensi tersedia mencapai USD5 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai berbagai kegiatan investasi, termasuk akuisisi dan pengembangan proyek baru atau greenfield investment di Indonesia, Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru.

Melalui kerja sama ini, DIM akan memperoleh akses ke ekosistem bisnis yang telah berkembang di pasar internasional sekaligus memanfaatkan pengalaman manajemen JBS dan kemampuan operasional perusahaan yang telah teruji.

JBS selama ini memiliki rekam jejak dalam mengembangkan bisnis melalui pertumbuhan yang konsisten, perluasan pangsa pasar, serta kemampuan beradaptasi menghadapi berbagai perubahan siklus industri.

Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Patria Sjahrir, mengatakan kemitraan tersebut sejalan dengan mandat investasi Danantara untuk membangun kolaborasi dengan mitra global.

Kemitraan strategis ini mencerminkan komitmen Danantara Indonesia dalam membangun kolaborasi dengan mitra global yang sejalan dengan mandat investasi kami,” ujar Pandu.

Menurut dia, kerja sama dengan JBS tidak hanya memberikan akses terhadap ekosistem bisnis yang telah mapan di pasar internasional, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan pengalaman dan jaringan distribusi perusahaan protein global tersebut.

Pandu menilai pengalaman JBS dapat berkontribusi terhadap pengembangan sektor protein Indonesia dalam jangka panjang.

Sementara itu, Global Chief Executive Officer JBS, Gilberto Tomazoni, menyebut kemitraan dengan Danantara sebagai langkah penting dalam strategi pertumbuhan jangka panjang JBS di Asia Tenggara.

Menurut Gilberto, bisnis JBS di Australia dan Selandia Baru merupakan salah satu pilar penting dalam platform global perusahaan dengan operasional yang kuat, standar kelas dunia, serta potensi pertumbuhan yang besar.

Bersama Danantara, kami berada pada posisi yang tepat untuk memperluas kehadiran kami di Indonesia dan Asia Tenggara, memperkuat rantai pasok protein regional, memperluas akses pasar, serta mempercepat pengembangan sektor protein Indonesia,” ujar Gilberto.

Kemitraan ini juga diharapkan dapat membuka peluang pengembangan rantai pasok protein yang lebih terintegrasi di kawasan. Dengan menggabungkan modal Danantara dan pengalaman operasional JBS, kerja sama tersebut diarahkan untuk menciptakan pertumbuhan bisnis sekaligus memperluas akses pasar protein.

Namun, transaksi investasi tersebut masih bergantung pada persetujuan regulator dan penyelesaian seluruh kesepakatan antara para pihak.

Danantara Indonesia menyatakan berkomitmen menjalankan seluruh proses transaksi sesuai dengan ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku hingga seluruh tahapan penyelesaian kemitraan rampung.

(Sumber : Akurat.co)

Exit mobile version