Banyuwangi – Sejumlah pemanol atau buruh angkut hasil panen mengikuti Balap Manol Gabah yang digelar di Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Lomba tradisional tersebut menjadi bagian dari perayaan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus upaya melestarikan budaya masyarakat tani yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Sebanyak 72 peserta, yang mayoritas merupakan pemanol atau buruh angkut hasil panen, ambil bagian dalam perlombaan. Mereka beradu kecepatan sambil membawa manol, alat yang biasa digunakan untuk mengangkut gabah saat musim panen.
Balap Manol Gabah merupakan tradisi khas masyarakat pedesaan yang digelar menjelang musim panen. Selain menguji kecepatan dan ketangkasan para peserta, perlombaan ini juga menjadi hiburan yang dinantikan warga setiap tahunnya.
Suasana meriah tampak sepanjang jalannya lomba. Ratusan warga memadati lokasi untuk memberikan dukungan kepada para peserta. Sorak sorai penonton semakin menambah semangat para pemanol yang berusaha menjadi yang tercepat mencapai garis finis.
Tak sekadar menjadi ajang kompetisi, Balap Manol Gabah juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat tani. Melalui kegiatan ini, nilai-nilai gotong royong, kekompakan, dan kebersamaan terus dipupuk di tengah kehidupan pedesaan.
Penyelenggara berharap tradisi Balap Manol Gabah dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal Banyuwangi. Selain menjadi hiburan rakyat, kegiatan ini juga diharapkan mampu mengenalkan tradisi masyarakat tani kepada generasi muda agar tetap terjaga di tengah perkembangan zaman. (Sumber: detikNews ) @kg_krd
