Kelima pria tersebut diamankan di kawasan Green Gate Sirkuit Mandalika setelah tindakan mereka diketahui petugas keamanan. Selanjutnya, mereka diserahkan kepada Subsatgas Penegakan Hukum (Gakkum) Operasi Mandalika Rinjani 2026 sekitar pukul 13.00 Wita untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Pol. Arisandi, S.H., S.I.K., M.Si., yang juga menjabat sebagai Kasatgas 4 Gakkum Operasi Mandalika Rinjani 2026, menjelaskan bahwa kejadian tersebut terungkap saat petugas keamanan melakukan pemeriksaan terhadap penonton yang masuk ke kawasan sirkuit dengan melompati pagar.
“Kelima orang tersebut diserahkan pihak keamanan sirkuit kepada Subsatgas Gakkum, setelah diketahui masuk dengan melompati pagar di kawasan Green Gate tanpa memiliki tiket,” kata Kombes Arisandi.
Berangkat dari Tempat Kerja untuk Menyaksikan Balapan
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kelima pria tersebut diketahui bekerja sebagai buruh proyek pembangunan vila di kawasan Mengulung, Kuta Mandalika, Lombok Tengah. Mereka telah berada di wilayah tersebut selama kurang lebih dua bulan untuk menjalani pekerjaan dengan sistem kontrak.
Pada hari pelaksanaan MotoGP Mandalika 2026, mereka berangkat dari tempat bekerja menuju kawasan sirkuit dengan berjalan kaki. Tujuan mereka adalah menyaksikan balapan dari atas bukit yang berada di belakang Pertamina Mandalika.
Namun, keinginan untuk menonton ajang balap motor internasional tersebut berujung pada pemeriksaan oleh petugas setelah mereka memilih masuk ke kawasan sirkuit tanpa tiket resmi.
Arisandi menjelaskan, berdasarkan pengakuan awal, kelima buruh tersebut mengikuti tindakan orang lain yang terlebih dahulu melompati pagar.
“Awalnya mereka berjalan kaki menuju kawasan sirkuit. Saat melihat orang lain melompati pagar, mereka ikut melakukan hal serupa. Ketika diperiksa petugas, mereka mengaku tidak memiliki tiket,” ujarnya.
Dibawa ke Polsek Kawasan Mandalika
Setelah diamankan dan diserahkan oleh petugas keamanan sirkuit, kelima pria tersebut menjalani penanganan awal oleh tim Gakkum Operasi Mandalika Rinjani 2026.
Mereka kemudian dibawa ke Polsek Kawasan Mandalika untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Langkah tersebut dilakukan guna mendalami kronologi kejadian serta memastikan penanganan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Penanganan awal sudah dilakukan oleh tim Gakkum. Selanjutnya, kelima orang tersebut dibawa ke Polsek Kawasan Mandalika, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” jelas Arisandi.
Selain memeriksa kelima buruh proyek tersebut, petugas juga berencana mencari mandor proyek tempat mereka bekerja. Koordinasi dengan pihak Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), selaku pengelola kawasan pariwisata Mandalika, juga akan dilakukan untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.
Polisi Imbau Penonton Gunakan Tiket Resmi
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar mematuhi ketentuan yang berlaku selama penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Antusiasme untuk menyaksikan langsung balapan kelas dunia tersebut diharapkan tidak membuat penonton mengabaikan aturan keamanan.
Polda NTB mengimbau masyarakat yang ingin menyaksikan balapan agar membeli dan menggunakan tiket resmi serta memasuki kawasan sirkuit melalui pintu yang telah disediakan oleh penyelenggara.
Menurut Arisandi, tindakan memaksakan diri masuk ke area sirkuit tanpa tiket, terlebih dengan melompati pagar, berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan internasional tersebut.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri masuk ke area sirkuit tanpa tiket, apalagi dengan melompati pagar. Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban, selama MotoGP Mandalika berlangsung,” tegasnya.
Pihak kepolisian bersama petugas keamanan terus melakukan pengawasan di kawasan Sirkuit Mandalika guna memastikan penyelenggaraan MotoGP 2026 berjalan aman, tertib, dan lancar.
Masyarakat yang ingin menikmati ajang balap tersebut juga diharapkan mengikuti prosedur masuk yang telah ditetapkan, sehingga antusiasme mendukung olahraga otomotif tidak berujung pada pelanggaran aturan maupun gangguan keamanan. (Sumber : expose.tv)











