Usia 47 Tahun Usai Kena PHK, Syarif Berburu Kerja di Jakarta: Berharap Perusahaan Tak Pandang Umur - lemspsi.com
Nasional

Usia 47 Tahun Usai Kena PHK, Syarif Berburu Kerja di Jakarta: Berharap Perusahaan Tak Pandang Umur

142

At 47, Syarif Seeks a Job in Jakarta After Layoff, Hopes Employers Won’t Discriminate Based on Age

Cerita Syarif Cari Kerja di DKI Usai Kena PHK, Harap Usia Tak Dipersoalkan-Gambar ilustrasi AI
JAKARTA – Pemutusan hubungan kerja (PHK) tak hanya menjadi persoalan bagi pekerja muda. Pekerja berpengalaman yang telah memasuki usia mendekati 50 tahun juga menghadapi tantangan besar untuk kembali mendapatkan pekerjaan. Hal itu dialami Syarif (47), yang rela berangkat dari Bogor sejak pukul 06.00 WIB demi mencari peluang kerja di Jakarta.

Syarif mendatangi bursa kerja atau job fair dalam ajang Karir Jakarta dan Tenaga Kerja Mandiri (TKM) Expo 2026 di Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026). Ia berusaha mendapatkan pekerjaan baru setelah terkena PHK sekitar dua bulan lalu.

Selama 20 tahun berkarier di bidang teknologi informasi (IT), Syarif memiliki pengalaman memantau dan menjaga operasional server. Namun, pengurangan karyawan di perusahaan tempatnya bekerja membuat ia harus kembali berjuang mencari sumber penghasilan.

“Kalau usia, saya nggak pede sama yang baru nih, 47. Karena baru kena layoff dua bulan lalu,” kata Syarif saat ditemui di lokasi.

Setelah kehilangan pekerjaan, ia tidak tinggal diam. Syarif mencoba berbagai cara untuk kembali bekerja, mulai dari memanfaatkan jaringan pertemanan hingga mencari lowongan melalui platform profesional seperti LinkedIn.

Kali ini, ia memilih mendatangi job fair untuk memperluas kesempatan bertemu perusahaan yang sedang membutuhkan tenaga kerja.

Meski memiliki pengalaman panjang di bidang IT, Syarif mengaku tidak lagi membatasi diri hanya pada pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. Situasi yang sulit membuatnya harus lebih terbuka terhadap berbagai peluang.

“Apa aja sih. Kalau lihat keadaan kayak gini, kita nggak bisa fokus di satu bidang itu aja. Apa pun yang bisa terima kita, ya kita ambil,” ujarnya.

Berharap Perusahaan Tidak Membatasi Usia

Syarif menyadari persaingan di pasar kerja semakin menantang, terutama ketika harus bersaing dengan pelamar yang lebih muda. Meski demikian, ia berharap pengalaman dan keterampilan yang dimiliki pekerja senior tetap menjadi pertimbangan utama perusahaan dalam proses rekrutmen.

Menurutnya, usia seharusnya tidak menjadi penghalang bagi seseorang untuk mendapatkan pekerjaan selama memiliki kemampuan yang dibutuhkan.

“Penginnya sih kalau memang tiap-tiap yang mengadakan itu kalau bisa usia kerja jangan dilihat. Kan kalau kita lihat di luar negeri semua banyak gitu kan tanpa usia kerja, yang penting dia skill. Kalau skill-nya ada, jangan lihat umurnyalah,” tuturnya.

Ia berharap perusahaan memberikan kesempatan yang adil bagi pencari kerja dari berbagai kelompok usia, termasuk mereka yang memiliki pengalaman kerja puluhan tahun.

Bagi Syarif, mendapatkan pekerjaan kembali bukan hanya soal menemukan posisi yang sesuai, tetapi juga tentang memperoleh kesempatan untuk membuktikan kemampuan yang masih dimiliki.

“Semuanya yang di sini insyaallah bisa dapat kerjalah,” pungkasnya.

12 Ribu Lowongan Kerja, Lamaran Tembus 28 Ribu

Di tengah perjuangan para pencari kerja, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Karir Jakarta dan TKM Expo 2026 sebagai salah satu upaya memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta tersebut melibatkan sekitar 100 perusahaan dengan total 12 ribu lowongan pekerjaan.

Namun, tingginya jumlah lowongan juga diiringi besarnya minat pencari kerja. Pada hari pembukaan, jumlah lamaran yang masuk melalui pendaftaran daring telah mencapai 28.484 lamaran.

“Kurang lebih ada seratus perusahaan dan kemudian ada 12 ribu lowongan pekerjaan. Dan mudah-mudahan, walaupun tentunya tidak bisa memenuhi semua harapan karena baru dibuka hari ini saja, tadi sudah mendapatkan laporan yang melalui online kurang lebih 28.484 lamaran melalui online,” kata Pramono saat membuka kegiatan tersebut di Smesco, Jakarta Selatan, Kamis (22/10/2026).

Data tersebut menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan. Meski menyediakan ribuan lowongan, proses pencocokan antara kebutuhan perusahaan dan kualifikasi pelamar tetap menjadi tantangan.

Kisah Syarif menjadi gambaran bahwa perjuangan mencari kerja tidak selalu berhenti pada persoalan keterampilan dan pengalaman. Bagi sebagian pekerja yang terkena PHK, faktor usia juga menjadi kekhawatiran tersendiri ketika harus kembali bersaing di pasar kerja.

Karena itu, keterbukaan perusahaan terhadap pelamar dari berbagai kelompok usia menjadi salah satu harapan agar pekerja berpengalaman tetap memiliki kesempatan untuk kembali bekerja dan berkontribusi.(Sumber : detik.com)

Exit mobile version