AMERIKA SERIKAT, Rata-rata upah per jam pekerja di Amerika Serikat kembali mencatat kenaikan pada Juni 2026 dan mencapai level tertinggi dalam lima tahun terakhir. Kenaikan ini terjadi seiring membaiknya kondisi pasar tenaga kerja yang ditandai dengan turunnya tingkat pengangguran serta bertambahnya jumlah tenaga kerja.
Berdasarkan data terbaru, rata-rata upah per jam pekerja di AS pada Juni 2026 tercatat sebesar 37,64 dolar AS per jam, meningkat dari 37,51 dolar AS per jam pada Mei 2026. Kenaikan sebesar 0,13 dolar AS per jam tersebut setara dengan pertumbuhan 0,35 persen secara bulanan.
Secara tahunan (year-on-year), upah per jam pada Juni 2026 meningkat 3,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Juni 2025, rata-rata upah pekerja tercatat sebesar 36,36 dolar AS per jam. Dengan capaian tersebut, tingkat upah pekerja di AS kini menjadi yang tertinggi dalam periode lima tahun terakhir, yakni sepanjang 2021 hingga 2026.
Selain kenaikan upah, pasar tenaga kerja Amerika Serikat juga menunjukkan perkembangan positif. Tingkat pengangguran pada Juni 2026 turun menjadi 4,20 persen, lebih rendah dibandingkan 4,30 persen pada Mei 2026.
Sementara itu, jumlah pekerja di sektor nonpertanian (nonfarm payroll) bertambah sekitar 57 ribu orang, sehingga total pekerja mencapai 158,984 juta jiwa.
Perkembangan upah per jam menjadi salah satu indikator penting yang terus dipantau oleh pelaku pasar dan bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve. Kenaikan upah umumnya mencerminkan meningkatnya biaya tenaga kerja yang berpotensi mendorong tekanan inflasi.
Oleh karena itu, tren pertumbuhan upah bersama data ketenagakerjaan lainnya menjadi bahan pertimbangan utama bagi Federal Reserve dalam menentukan arah kebijakan suku bunga guna menjaga stabilitas inflasi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi. (Sumber : Katadata.co.id)
