Rumor PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, Mardani Desak Pemerintah Bentuk Satgas Penanganan PHK - lemspsi.com
InternasionalNasional

Rumor PHK 90 Persen Karyawan Tokopedia, Mardani Desak Pemerintah Bentuk Satgas Penanganan PHK

78

Rumored Layoff of 90% of Tokopedia Employees: Mardani Urges Government to Establish a Task Force to Handle Job Cuts

JAKARTA, Rumor mengenai pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 90 persen karyawan Tokopedia yang ramai beredar di media sosial mendapat perhatian Mardani Ali Sera. Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap potensi gelombang PHK, Mardani mendesak pemerintah segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penanganan PHK.

Menanggapi beredarnya isu tersebut, Mardani meminta pemerintah tidak menunggu hingga gelombang PHK semakin meluas sebelum mengambil langkah konkret.

“Jangan tunggu badai PHK datang lebih besar. Bertindak sekarang,” tegas Mardani melalui kanal YouTube pribadinya pada Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan mekanisme yang mampu memberikan perlindungan dan pendampingan bagi pekerja yang kehilangan pekerjaan.

“Kita harus menjaga agar angkatan kerja Indonesia tidak terus berkurang. Sudah saatnya dibentuk Satgas Penanganan PHK. Jadi tiap pekerja yang terkena PHK harus bisa segera melapor, mendapatkan pendampingan, pelatihan, dan akses penempatan kerja. Targetnya jelas, maksimal tiga bulan sudah kembali bekerja,” ujarnya.

Selain persoalan PHK, Mardani juga menyoroti dampak perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terhadap dunia kerja. Ia menilai semakin banyak jenis pekerjaan yang berpotensi tergantikan oleh teknologi tersebut.

“Di saat yang sama, ancaman AI tidak boleh diabaikan. Semakin banyak jenis pekerjaan yang mulai tergantikan oleh AI. Karena itu, pemerintah dan DPR harus mempercepat program reskilling dan upskilling agar pekerja Indonesia siap menghadapi gelombang AI,” katanya.

Hingga saat ini, informasi mengenai dugaan PHK terhadap 90 persen karyawan Tokopedia masih berupa rumor yang beredar di media sosial dan belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak perusahaan. Oleh karena itu, kebenaran informasi tersebut masih menunggu pernyataan resmi dari Tokopedia. (Sumber : Rmol)

Exit mobile version