Disnaker Kabupaten Blitar Latih 25 Peserta Membuat Roti, Dorong Peluang Kerja dan Usaha Mandiri - lemspsi.com
Daerah

Disnaker Kabupaten Blitar Latih 25 Peserta Membuat Roti, Dorong Peluang Kerja dan Usaha Mandiri

119

Blitar Regency Manpower Office Trains 25 Participants in Breadmaking to Boost Job Opportunities and Self-Employment

Jajaran pejabat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar berfoto bersama dengan 25 peserta pelatihan pembuatan roti (bakery)-detikzone.id
BLITAR – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar, Jawa Timur, menggelar pelatihan tata boga dengan fokus pada kompetensi pembuatan roti atau bakery. Program ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja sekaligus membuka peluang kerja serta usaha mandiri di sektor pangan.

Pelatihan Unit Kompetensi Skema Pembuatan Roti Tahun 2026 tersebut berlangsung di Gedung PT Kampung Coklat, Desa Plosorejo, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, mulai 28 September hingga 9 Oktober 2026.

Sebanyak 25 peserta terpilih mengikuti pelatihan setelah melewati proses seleksi dari sekitar 100 pendaftar. Peserta diprioritaskan berasal dari keluarga petani atau buruh tani tembakau, petani atau buruh tani cengkeh, serta keluarga buruh pabrik rokok.

Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto, mengatakan pelatihan tersebut tidak sekadar memberikan keterampilan teknis membuat roti, tetapi juga mendorong peserta memanfaatkan kompetensi yang diperoleh untuk memasuki dunia kerja atau merintis usaha secara mandiri.

Menurut Ivong, perkembangan usaha bakery membuka peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, baik dengan bekerja di perusahaan maupun membangun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Peserta harus memiliki semangat untuk memulai usaha, mampu membaca peluang yang ada, dan mempunyai kegigihan dalam menjalankan usaha. Jangan sampai pelatihan ini hanya berhenti pada kegiatan belajar membuat produk, tetapi setelah selesai peserta mampu memanfaatkan keterampilan yang diperoleh untuk membuka peluang kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri,” kata Ivong saat membuka pelatihan, Senin (28/9/2026).

Peluang Kemitraan UMKM di Sektor Pangan

Ivong menjelaskan, kebutuhan produk roti berpotensi dikembangkan melalui kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satu peluang yang dapat dijajaki adalah menjadi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang berpotensi melibatkan UMKM dalam penyediaan produk makanan, termasuk roti dan bakery.

Karena itu, peserta diharapkan tidak hanya menguasai teknik pembuatan roti, tetapi juga memahami standar kualitas produk, proses produksi, dan kebutuhan pasar. Penguasaan aspek tersebut dinilai penting agar keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan secara berkelanjutan, baik untuk bekerja maupun membangun usaha sendiri.

“Kompetensi membuat roti ini kita harapkan benar-benar menjadi bekal bagi peserta untuk masuk ke dunia kerja maupun berwirausaha. Dunia usaha terus berkembang, sehingga tenaga kerja juga harus mampu mengikuti kebutuhan pasar, menjaga kualitas produk, memahami proses produksi, dan yang tidak kalah penting mempunyai keberanian untuk memulai usaha,” ujarnya.

Untuk mendukung pelaksanaan program, Disnaker Kabupaten Blitar menggandeng LPK Karunia sebagai instruktur pelatihan. Kegiatan mencakup pembukaan dan pembekalan selama satu hari, pendidikan dan pelatihan selama 10 hari, uji kompetensi selama satu hari, serta magang selama lima hari.

Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Gedung PT Kampung Coklat. Melalui kombinasi pembelajaran teknis dan praktik, peserta diharapkan memperoleh pengalaman yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.

Uji Kompetensi untuk Meningkatkan Daya Saing

Untuk memastikan kemampuan peserta, uji kompetensi dilakukan oleh asesor dari LSP Pertanian Nasional. Sertifikasi kompetensi tersebut diharapkan menjadi nilai tambah ketika peserta melamar pekerjaan maupun mengembangkan usaha di bidang bakery.

Disnaker Kabupaten Blitar berharap sertifikat yang diperoleh dapat memperkuat daya saing peserta. Sertifikasi yang mengacu pada standar kompetensi nasional diharapkan menjadi bukti kemampuan yang mendukung kesiapan mereka menghadapi kebutuhan pasar kerja.

Ivong menegaskan, pelatihan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan produktivitas tenaga kerja sekaligus menekan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Blitar.

“Tujuan akhirnya adalah ikut mengurangi Tingkat Pengangguran Terbuka di Kabupaten Blitar. Melalui pelatihan ini kami berharap produktivitas dan daya saing tenaga kerja meningkat, kemudian muncul peluang kerja dan peluang usaha baru. Peserta juga mempunyai bekal kompetensi yang dapat digunakan ketika memasuki dunia kerja maupun ketika memilih menjadi wirausahawan,” katanya.

Melalui program tersebut, Disnaker Kabupaten Blitar berharap 25 peserta mampu mengembangkan keterampilan yang diperoleh menjadi modal produktif setelah pelatihan berakhir.

Ke depan, keterampilan pembuatan roti diharapkan dapat berkembang menjadi usaha produktif yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja baru, serta memperluas pasar bagi produk roti lokal.

Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi peserta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan daya saing UMKM di Kabupaten Blitar. (Sumber : detikzone.id)

Exit mobile version