Diduga Terpapar Gas Beracun, Dua Pekerja Tewas di Dalam Sumur Galian di Muara Enim - lemspsi.com
Daerah

Diduga Terpapar Gas Beracun, Dua Pekerja Tewas di Dalam Sumur Galian di Muara Enim

98

Suspected Toxic Gas Exposure, Two Workers Found Dead Inside Excavation Well in Muara Enim

Tim penyelamat Sedang Bertugas-sriwijayatoday.com
MUARA ENIM – Dua pekerja meninggal dunia setelah pingsan di dalam sumur galian sedalam belasan meter di Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Sabtu (10/10/2026) pagi. Kedua korban diduga mengalami gangguan pernapasan akibat paparan gas berbahaya di dalam sumur, meski penyebab pasti kematian masih menunggu kepastian medis.

Kedua korban diketahui bernama Agustinus Ari Feriyanto (40), warga Desa Sukamenang, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, dan Heriyanto (42), warga Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, peristiwa tragis tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, salah seorang korban turun ke dalam sumur menggunakan tali untuk melakukan pekerjaan pendalaman atau penyuntikan sumur guna mencari sumber mata air.

Namun, ketika mencapai dasar sumur, korban tiba-tiba kehilangan kesadaran dan pingsan. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan keberadaan gas berbahaya atau kondisi udara yang tidak aman di dalam sumur.

Melihat rekannya tidak sadarkan diri, pekerja kedua berusaha memberikan pertolongan dengan ikut turun ke dalam sumur. Akan tetapi, upaya penyelamatan tersebut berujung tragis. Korban kedua juga mengalami pingsan di lokasi yang sama.

Kejadian ini menjadi pengingat akan bahaya bekerja di ruang terbatas, terutama sumur dengan kedalaman belasan meter yang berpotensi memiliki kadar oksigen rendah atau mengandung gas berbahaya.

Tim Gabungan Dikerahkan untuk Evakuasi

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkannya kepada pihak berwenang. Tim gabungan kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi terhadap kedua pekerja.

Tim yang terlibat terdiri atas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muara Enim, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Basarnas, Polres Muara Enim, serta Tim Rescue PT Bukit Asam.

Proses evakuasi berlangsung dengan penuh kehati-hatian karena adanya dugaan kandungan gas berbahaya di dalam sumur. Petugas harus memperhatikan aspek keselamatan selama proses pengangkatan korban dari dasar sumur.

Setelah melakukan upaya evakuasi, tim gabungan akhirnya berhasil mengeluarkan kedua korban sekitar pukul 12.50 WIB.

Kedua korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Rabbain Muara Enim untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Kedua korban langsung dibawa ke RS Rabbain Muara Enim untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kasi Humas Polres Muara Enim, Kompol RTM Situmorang, dalam keterangannya.

Penyebab Kematian Masih Menunggu Kepastian Medis

Meski dugaan awal mengarah pada paparan gas beracun di dalam sumur, penyebab pasti meninggalnya kedua pekerja tersebut belum dapat dipastikan secara medis.

Pihak keluarga menyatakan telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan menolak dilakukan visum maupun autopsi. Setelah proses penanganan selesai, jenazah kedua korban diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka dan dimakamkan.

Dengan tidak dilakukannya pemeriksaan lanjutan berupa visum maupun autopsi, penyebab pasti kematian kedua korban tetap tidak dapat ditegaskan hanya berdasarkan dugaan awal.

Peristiwa ini juga menyoroti pentingnya penerapan prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3) bagi pekerja yang melakukan aktivitas di sumur atau ruang terbatas.

Polisi Ingatkan Pentingnya Keselamatan Kerja

Pasca-kejadian tersebut, Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra, S.I.K., M.H., melalui Kasi Humas Kompol RTM Situmorang, mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan ketika melakukan pekerjaan yang berisiko, terutama di dalam sumur dan ruang tertutup.

Masyarakat diminta memastikan kondisi udara aman sebelum memasuki sumur serta menggunakan alat pelindung diri dan perlengkapan keselamatan yang sesuai.

Pemeriksaan atmosfer menggunakan alat pendeteksi gas dan oksigen, serta penerapan prosedur kerja di ruang terbatas, merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko kecelakaan fatal.

Selain itu, masyarakat diingatkan agar tidak langsung turun ke dalam sumur untuk menolong orang yang pingsan. Tindakan spontan tanpa perlengkapan dan prosedur penyelamatan yang memadai dapat menyebabkan penolong ikut terpapar bahaya dan menjadi korban berikutnya.

Tragedi yang menewaskan Agustinus Ari Feriyanto dan Heriyanto ini menjadi peringatan bahwa pekerjaan menggali atau memperdalam sumur memiliki risiko keselamatan yang serius. Upaya mencari sumber mata air harus disertai pemeriksaan kondisi lingkungan, penggunaan peralatan yang tepat, dan prosedur penyelamatan yang aman agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (Sumber : sriwijayatoday.com)

Exit mobile version