Buka Peluang Mandiri Mantan Wartawan, Yayasan AMB Gelar Pelatihan Ternak Ayam Petelur - lemspsi.com
Daerah

Buka Peluang Mandiri Mantan Wartawan, Yayasan AMB Gelar Pelatihan Ternak Ayam Petelur

76

AMB Foundation Opens Opportunities for Former Journalists to Become Self-Reliant Through Layer Chicken Farming Training

Peluang Kemandirian Mantan Wartawan- FOTO ILUSTRASI AI

BOGOR — Yayasan Agrijurno Maju Bersama (AMB) terus mendorong kemandirian ekonomi bagi para mantan wartawan, baik yang telah memasuki masa purna tugas maupun yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Melalui program pelatihan budidaya ayam petelur, sebanyak 135 mantan pekerja media dibekali keterampilan dan modal awal untuk merintis usaha tani mandiri.

Pelatihan tersebut berlangsung di Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan (BBPKH) Cinagara, Bogor, Jawa Barat, pada 14–15 Oktober 2026. Dalam kegiatan ini, peserta diberikan materi menyeluruh mulai dari manajemen pakan, perawatan kesehatan harian, kebersihan kandang, hingga pemetaan strategi pemasaran hasil panen.

Sebagai langkah awal usaha, setiap peserta menerima paket modal berupa:

  • 10 ekor ayam petelur berusia belasan minggu.
  • 90 kilogram pakan untuk kebutuhan selama tiga bulan.
  • Kandang bongkar-pasang yang siap diinstalasi di kediaman masing-masing.

Ternak tersebut diproyeksikan mulai bertelur sekitar empat pekan pasca-pelatihan. Paket bantuan ini difungsikan sebagai media pembelajaran praktis agar para peserta dapat memahami ritme operasional, kalkulasi biaya produksi, serta risiko usaha sebelum melakukan ekspansi.

Mendorong Modal Awal dan Skala Kelompok

Program yang diinisiasi AMB ini terbukti memberi napas baru bagi para purnawarta. Salah satunya Putri Rani, mantan jurnalis tvOne selama 17 tahun yang terkena PHK pada 2025. Bergabung sejak angkatan pertama pada November 2025, Rani memanfaatkan halaman rumahnya untuk beternak.

“Aku excited banget pas ayam-ayam pertama kali bertelur. Aku videoin, anak-anak gak boleh sentuh,” kenang Rani saat menceritakan antusiasmenya menyambut hasil panen pertamanya.

Melihat perkembangan positif dari para alumni angkatan awal, dukungan pemerintah pun mengalir. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyalurkan bantuan tambahan sebanyak 600 ekor ayam untuk setiap kelompok yang beranggotakan 10 mantan wartawan.

Bantuan skala kelompok ini dimanfaatkan oleh Nuriwan, mantan wartawan Sindo. Bersama sembilan rekannya, ia mengelola peternakan berisi 600 ekor ayam di kawasan Jasinga, Kabupaten Bogor. Meskipun harus menempuh perjalanan cukup jauh dari kediamannya di Citayam, Depok, Nuriwan rutin memantau lokasi usaha setiap akhir pekan menggunakan sepeda motor listriknya.

Teknis Perawatan dan Manajemen Pakan

Dalam sesi pelatihan, Instruktur BBPKH Cinagara, Ir. Dayat, menegaskan bahwa ketepatan takaran pakan menjadi kunci utama produktivitas ayam petelur. Pakan ideal membutuhkan kandungan protein sekitar 16 persen—salah satunya bersumber dari tepung ikan.

Namun, pemberian pakan berlebihan dapat memicu obesitas pada ayam yang berujung pada penurunan produksi telur. Sebaliknya, protein berlebih juga berisiko memicu gangguan pencernaan.

“Kualitas pakan dan air minum perlu dijaga setiap hari. Kalau pakan sudah tengik, jangan dikasihkan ke ayam,” tegas Dayat.

Sementara itu, Instruktur BBPKH lainnya, Taufik Walhidayah, memaparkan pentingnya menjaga kondisi iklim mikro di sekitar kandang. Ayam petelur dewasa membutuhkan suhu ideal antara 21–24°C. Ayam umumnya mulai bertelur pada usia 18–22 minggu dan mencapai puncak produksi pada usia 24 hingga 40–45 minggu.

“Kalau peternak nyaman di kandang, hewan ternak pun begitu. Itu prinsipnya dalam merawat hewan ternak,” tambah Taufik menekankan pentingnya sanitasi kandang.

Kolaborasi Lintas sektoral dan Tantangan Pasar

Program pemberdayaan ini terlaksana atas kerja sama Yayasan AMB, BBPKH Cinagara, dan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, serta didukung oleh dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pupuk Indonesia Holding Company. Sejak digulirkan pada November 2025 hingga angkatan terbaru ini, total sebanyak 255 mantan wartawan telah memperoleh pembekalan usaha.

Ketua Yayasan AMB, Yusrizal, mengingatkan bahwa indikator keberhasilan peternakan tidak hanya diukur dari banyaknya telur yang dipanen, melainkan keberhasilan mengendalikan biaya produksi dan menembus jaringan pasar. Usaha kelompok juga menuntut komitmen tinggi karena sektor peternakan tidak mengenal hari libur.

Menanggapi program ini, Tenaga Ahli Menteri Pertanian Bidang Komunikasi Publik, Imam Wahyudi, berharap bekal keterampilan budidaya ini mampu menopang kemandirian finansial para jurnalis purnatugas tanpa mematikan ikhtiar mereka untuk terus berkarya di dunia jurnalistik. (Sumber : gadget.qoo10.co.id)

Exit mobile version