Andy Burnham Janjikan Partai Buruh yang Pro-Bisnis dan Lebih Inklusif - lemspsi.com
Internasional

Andy Burnham Janjikan Partai Buruh yang Pro-Bisnis dan Lebih Inklusif

90

Andy Burnham Pledges a Pro-Business and More Inclusive Labour Party

Andy Burnham - nhk world

LONDON, INGGRIS – Andy Burnham resmi menjadi pemimpin baru Partai Buruh Inggris setelah meraih dukungan mayoritas anggota partai. Politikus berusia 56 tahun itu berkomitmen membangun Partai Buruh yang lebih pro-bisnis, inklusif, dan solid, sekaligus menyiapkan arah baru pemerintahan menjelang pelantikannya sebagai perdana menteri pada Senin (20/7/2026).

Dalam pernyataan pertamanya sebagai pemimpin partai pada Jumat (17/7/2026), Burnham mengatakan pengalaman bekerja sama dengan dunia usaha selama menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester akan menjadi fondasi utama kebijakan pemerintahannya di masa mendatang.

Mengutip Reuters, Burnham menilai kemitraan yang erat antara pemerintah dan sektor swasta merupakan faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa pendekatan pro-bisnis tidak berarti mengurangi peran negara dalam melindungi kepentingan publik.

“Pengalaman kami di Greater Manchester menunjukkan bahwa pemerintah dan dunia usaha dapat bekerja sama untuk menghasilkan pertumbuhan yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Selain menyoroti agenda ekonomi, Burnham menegaskan bahwa persatuan internal menjadi prioritas utama kepemimpinannya. Menurutnya, Partai Buruh tidak akan mampu menghadapi kebangkitan kekuatan politik sayap kanan apabila terus terpecah oleh konflik internal.

Ia berjanji tidak akan mengambil tindakan disipliner terhadap anggota partai hanya karena memiliki pandangan politik yang berbeda.

“Saya tidak akan menskors atau menghukum anggota Partai Buruh karena mereka memiliki pandangan yang berbeda. Perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi yang harus dihormati,” kata Burnham.

Burnham juga mengungkapkan bahwa dirinya belum menetapkan susunan kabinet bayangan maupun tim kepemimpinan partai. Meski demikian, ia memastikan komposisi tersebut akan mencerminkan seluruh spektrum pandangan di dalam Partai Buruh agar mampu memperkuat solidaritas dan memperluas dukungan politik.

Ia turut menyerukan terciptanya budaya politik yang lebih sehat dan konstruktif. Menurut Burnham, Partai Buruh tidak akan mencoba menandingi Partai Reform dengan menggunakan retorika populis atau strategi politik yang sama, melainkan menawarkan solusi kebijakan yang lebih kredibel dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Dalam bidang ekonomi, Burnham menilai lemahnya kontrol publik terhadap biaya berbagai kebutuhan pokok menjadi salah satu faktor yang menyulitkan pengendalian inflasi. Karena itu, ia berpandangan pemerintah perlu memiliki peran yang lebih besar dalam mengawasi sektor-sektor strategis agar harga barang-barang esensial tetap terjangkau.

Pendekatan tersebut mencerminkan upaya Burnham untuk menggabungkan kebijakan yang ramah terhadap dunia usaha dengan intervensi negara yang lebih kuat pada sektor-sektor strategis, sebuah model yang menurut Reuters terinspirasi dari keberhasilannya membangun kemitraan antara pemerintah daerah dan pelaku usaha di Greater Manchester.

Partai Buruh yang saat ini berkuasa di Inggris menutup proses pencalonan pemimpin baru pada Kamis (16/7/2026). Burnham akan menggantikan Perdana Menteri Keir Starmer yang mengumumkan pengunduran dirinya pada bulan lalu. Proses pencalonan pengganti Starmer dimulai pada 9 Juli 2026.

Burnham memperoleh dukungan sebesar 94 persen dari anggota Partai Buruh di parlemen, sehingga terpilih tanpa lawan dalam konferensi khusus Partai Buruh yang digelar pada Jumat (17/7/2026).

Karier politik Burnham dimulai sebagai anggota parlemen selama 16 tahun sebelum mengundurkan diri pada 2017 untuk menjabat sebagai Wali Kota Greater Manchester. Setelah berhasil memenangkan pemilihan sela bulan lalu, ia kembali ke panggung politik nasional dan kini dipercaya memimpin Partai Buruh sekaligus menjadi perdana menteri Inggris berikutnya.

(Sumber : nhk world)

Exit mobile version